ALLAH ITU DEKAT, TIDAK PERLU DICARI, CUKUP DISADARI
Dari Mengenal Nama Menuju Mengenal Pemilik Nama
Apakah selama ini kita hanya menyebut nama Allah, atau sudah benar-benar mengenal dan menyadari kehadiran-Nya dalam kehidupan?
Mengapa dekat tapi tak pernah merasa berjumpa?
Perjalanan ini mengajak kita bersama-sama memahami hakikat tauhid sebagai kesadaran hidup, bukan sekadar pengetahuan. Sebuah perjalanan hati untuk mengenal Allah, menyadari kedekatan-Nya, serta menghadirkan-Nya dalam setiap nafas, ibadah, dan aktivitas kehidupan. Metode Pendekatan pengalaman yang sederhana, dan tidak terikat ritual yang biasa di jalani pelaku torikot. Ini berbagi pengalaman dari suatu perjalanan
Materi Perjalanan
✅ 1. Tauhid dan Ma'rifatullah
✅ 2. Allah Dekat, Kita Merasa Jauh?
✅ 3. Sadar Nafas dan Kehadiran Allah
✅ 4. Tauhid Jalan Ketenangan Hidup
✅ 5. Khusyuk Melalui Kesadaran Tauhid
Dasar Pedoman
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat." (QS. Al-Baqarah: 186)
"Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaf: 16)
"Bukan Allah yang jauh dari kita, tetapi hati kitalah yang sering jauh dari kesadaran akan Allah."
Mari menempuh perjalanan dari ilmu menuju kesadaran, dari kesadaran menuju ma'rifat, dan dari ma'rifat dapatkan ketenangan hati. Hati yang tenang seperti tanah yang subur bisa di tanami dan di bangun nasib menjadi takdir baik.
Rute Perjalanan
"Awal perjalanan adalah mengenal Allah, puncaknya adalah hidup bersama Allah dalam kesadaran, ketundukan, dan ketenangan."
Note,
Menyimak tulisan 5 Materi Perjalanan diatas, silahkan klik centang hijau, akan di arahkan pada isi materi. Saat ini yang sudah tersedia dan terbuka materi tentang
- Tauhid Dan Ma;rifatulloh klik disini
- Jalan Tauhid Menuju Marifatulloh,
- Melatih Diri Di Zona Marifat Ilahi.
